jump to navigation

Prof. Dr. H. Nur Syam, Msi 1 Jan 2011

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
add a comment

Rektor yang Gemar Membaca Sastra

Rasa sepi ternyata punya ungkapan kreativitasnya sendiri. Begitupun bagi Nur Syam, yang lahir di sebuah dusun kecil Desa Sembungrejo, Merakurak, Tuban. Putra tunggal pasangan Pak Sabar dan Turmiatun ini, di masa kanaknya kerapkali diliputi rasa sepi yang mengiris. Tetapi rasa sepi itu segera diusirnya dengan membaca kisah-kisah pewayangan. (more…)

Advertisements

Prof. Dr. Muchlas Samani 12 Dec 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , ,
7 comments

Mimpi Pendidikan Mantan Kuli Bangunan

Kisah panjang perjalanan hidup Prof. Dr. Muchlas Samani, ternyata ber­awal dari sebidang tanah kosong tak bertuan. Tanah pinggiran sungai di desa Carat Ponorogo itu tak cukup besar; hanya berukuran 3×4 meter saja. Tetapi dari sanalah cerita itu bermula. Ketika musim paceklik melanda dae­rahnya di tahun 1960-an, tanah itulah yang dipergunakan ayahnya untuk menanam cabe – meskipun waktu itu musim kemarau. Ketika aliran sungai melimpah, maka tanah itu pun akan mendapatkan rembesan air yang cukup.

Namun bukan itu yang mengantar sejarah hidupnya, melainkan di tempat inilah terjadi sebuah dialog yang sangat membekas. (more…)

Prof. DR. H. Haris Supratno 16 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , , ,
2 comments

Memadukan Kecerdasan dan Budi Pekerti

Nasib guru sebagai Oemar Bakri, terasa kian kikis dari imaji masyarakat. Sebab nasib mereka lambat laun memang telah berubah. Ini merupakan berkah dari tangan-tangan pejuang pendidikan, yang dengan gigih memperjuangkan nasib mereka. Dan salah seorang pejuang pendidikan itu, bernama Prof. DR. H. Haris Supratno. (more…)

Prof. DR. H. Imam Suprayogo 16 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
add a comment

Pemimpin Itu Seperti Penggembala Kuda

Filosofi dan nilai-nilai hidup yang diterapkan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, ternyata lebih banyak direguk dari ayahandanya. Di matanya, lelaki itu begitu agung dan sempurna. Kesabarannya bagai luas lautan yang tak bertepi. “Bayangkan, meskipun telah memiliki 16 anak, namun ayah masih menambahnya lagi dengan anak-anak yatim yang dirawatnya di rumah,” tuturnya mengenang. “Betapapun berat beban yang ditanggungnya, tetapi saya tak pernah menjumpai dan melihat kesedihan pada raut wajahnya,” katanya menambahkan. (more…)