jump to navigation

Prof. Dr. Muchlas Samani 12 Dec 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , ,
7 comments

Mimpi Pendidikan Mantan Kuli Bangunan

Kisah panjang perjalanan hidup Prof. Dr. Muchlas Samani, ternyata ber­awal dari sebidang tanah kosong tak bertuan. Tanah pinggiran sungai di desa Carat Ponorogo itu tak cukup besar; hanya berukuran 3×4 meter saja. Tetapi dari sanalah cerita itu bermula. Ketika musim paceklik melanda dae­rahnya di tahun 1960-an, tanah itulah yang dipergunakan ayahnya untuk menanam cabe – meskipun waktu itu musim kemarau. Ketika aliran sungai melimpah, maka tanah itu pun akan mendapatkan rembesan air yang cukup.

Namun bukan itu yang mengantar sejarah hidupnya, melainkan di tempat inilah terjadi sebuah dialog yang sangat membekas. (more…)

Advertisements

KH. Salahuddin Wahid 1 Mar 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

Kejujuran Itu Harus Diperjuangkan

Siapa sangka kalau perjalanan hidup KH. Salahuddin Wahid jauh dari kehidupan pesantren? Pada tahun 1950-an, ketika masih usia 8 tahun, dirinya mengikuti ayahandanya KH. Wachid Hasyim ke Jakarta. Namun dikala bocah itu masih lucu-lucunya menjadi pelajar kelas IV SD, ayahandanya keburu dipanggil oleh Allah SWT untuk pulang kepangkuanNya. “Ayah saya itu terkenal sangat disiplin. Saat di Tebuireng, saya pernah memecahkan bola lampu. Lalu saya disel di gudang,” tuturnya mengkisahkan. “Ketika tahu kalau saya kencing di gudang, saya malah diikat di pohon depan rumah,” kenangnya sambil melepas tawa lirih. (more…)

Pendidikan Rotan Panjang 16 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Artikel.
Tags: , , , , ,
add a comment

Oleh Ilung S. Enha *)

Masih ingatkah Anda dengan penggalan untaian syair Gibran Khalil Gibran ini? Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu/Mereka anak-anak zaman yang merindukan kehidupannya sendiri/Melaluimu mereka lahir, tapi bukan darimu/Kau boleh titipkan kasih sayang padanya, tapi jangan paksakan cita-cita untuknya/Kau boleh membangunkan rumah untuk tubuhnya, tapi bukan untuk jiwanya/Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tiada dapat engkau singgahi/Engkau adalah busur dan anak-anakmu adalah mata anak panah yang meluncur…..

Anda sepakat dengan deretan puisi penyair Lebanon kebanggaan dunia itu? (more…)

Prof. DR. H. Haris Supratno 16 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , , ,
2 comments

Memadukan Kecerdasan dan Budi Pekerti

Nasib guru sebagai Oemar Bakri, terasa kian kikis dari imaji masyarakat. Sebab nasib mereka lambat laun memang telah berubah. Ini merupakan berkah dari tangan-tangan pejuang pendidikan, yang dengan gigih memperjuangkan nasib mereka. Dan salah seorang pejuang pendidikan itu, bernama Prof. DR. H. Haris Supratno. (more…)

Prof. DR. H. Imam Suprayogo 16 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
add a comment

Pemimpin Itu Seperti Penggembala Kuda

Filosofi dan nilai-nilai hidup yang diterapkan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, ternyata lebih banyak direguk dari ayahandanya. Di matanya, lelaki itu begitu agung dan sempurna. Kesabarannya bagai luas lautan yang tak bertepi. “Bayangkan, meskipun telah memiliki 16 anak, namun ayah masih menambahnya lagi dengan anak-anak yatim yang dirawatnya di rumah,” tuturnya mengenang. “Betapapun berat beban yang ditanggungnya, tetapi saya tak pernah menjumpai dan melihat kesedihan pada raut wajahnya,” katanya menambahkan. (more…)

Ir. H. Soehadi Djami’in 16 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
5 comments

Melahirkan Generasi Berotak Habibie dan Berhati Hamka

Siapa sangka kalau Ir. H. Soehadi Djami’in, pulang kembali ke desa kelahirannya? Namun itulah jalan hidup yang telah dipilihnya. Sudah satu setengah tahun hal itu dilakoninya. Padahal sejak remaja lelaki yang lahir pada tanggal 4 Sepetember 1943 ini, telah meninggalkan desa kelahirannya Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. “Saya pulang ke sini tepat pada Idul Qurban bulan Desember 2008. Sengaja saya paskan kurbanan, agar gampang mengingatnya,” tuturnya dengan senyum ceria. (more…)

Prof. Dr. H.R. Daldiri Mangoendiwirja 4 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
7 comments

Lebih Tertarik Menjadi Rektor

Prof. Dr. H. R. Daldiri Mangoendiwirja, tak saja berdarah ningrat. Namun sekaligus juga berdarah Kiai. Silsilah ibundanya, bergaris pada keturunan Raja Pakubuwono I Kartasura. Dari silsilah tersebut, terdapat nama Tumenggung Singoludro; yakni Panglima Tertinggi Mangkubumi yang berontak pada Belanda. Semangat itulah yang mengalir ke diri ibundanya. Sedangkan ayahandanya, bergaris silsilah ke seorang Kiai yang merupakan tentaranya Pangeran Diponegoro. (more…)

Ir. H. Abdulkadir Baraja 4 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , ,
2 comments

Secercah Sinar Kebangkitan Pendidikan Islam

Buah jatuh, memang tak jauh dari pohonnya. Ungkapan itu terasa pas untuk menggambarkan hubungan Ir. H. Abdulkadir dengan ayahandanya Muhammad Baraja. Abah, demikian dirinya biasa memanggil, senantiasa menanamkan semangat berjuang, berdakwah dan belajar yang tinggi. Sejak kecil dirinya digembleng ghirah keagamaannya, untuk selalu taat beribadah dan memiliki rasa kepedulian terhadap perkembangan dunia Islam. (more…)

Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si 17 Jan 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
2 comments

Menulis Tanah dengan Kaki

Siapa pun tak akan percaya, jika di rapor seorang Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si, banyak sekali terdapat angka merah. Tapi memang begitulah kenyataannya. Nilai tersebut, ia dapatkan saat masih duduk di bangku sekolah dasar. “Saya baru bisa membaca dan menulis ketika kelas 4 SD. Itupun bisanya diajari oleh ibu saya sendiri,” tutur anak pasangan Syahri dan Siti Muawanah ini. “Bahkan saya sempat minta untuk tidak naik kelas karena belum bisa baca. Tapi guru saya menolaknya,” tambah lelaki kelahiran Tulungagung, 7 Juli 1954 ini. (more…)

Prof. Dr. Ir. H. M. Nuh 17 Jan 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , ,
add a comment

Dari Tanah Sawah ke Ubin Kabinet

Prof. Dr. Ir. H. M. Nuh, adalah orang modern yang lahir di tanah sawah. Sebab, ia memang terlahir sebagai anak seorang petani sederhana. Tapi kini, ia tak lagi bermain lempung untuk sekedar membuat mobil-mobilan atau rumah-rumahan dari rumput gajah yang sering tumbuh liar di pemukiman sawah. Karena kini, ia telah mampu merancang angan dalam rumah kecil bernama komputer. (more…)