jump to navigation

Prof. Dr. H.R. Daldiri Mangoendiwirja 4 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
7 comments

Lebih Tertarik Menjadi Rektor

Prof. Dr. H. R. Daldiri Mangoendiwirja, tak saja berdarah ningrat. Namun sekaligus juga berdarah Kiai. Silsilah ibundanya, bergaris pada keturunan Raja Pakubuwono I Kartasura. Dari silsilah tersebut, terdapat nama Tumenggung Singoludro; yakni Panglima Tertinggi Mangkubumi yang berontak pada Belanda. Semangat itulah yang mengalir ke diri ibundanya. Sedangkan ayahandanya, bergaris silsilah ke seorang Kiai yang merupakan tentaranya Pangeran Diponegoro. (more…)

Advertisements

Habib Luthfi Yahya Pekalongan 4 Feb 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , , , , , , ,
1 comment so far

Perbedaan Itu Sesuatu yang Indah

Ada kebiasan menarik yang bisa dipetik dari Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan. Setiap kali Ramadhan datang menjelang, dirinya segera mengubah total jadwal kegiatannya. Waktu yang sebulan penuh itu, khusus dimanfaatkannya untuk beribadah secara total. Waktu tidurpun juga dibatasi, hanya sekitar dua hingga tiga jam sehari. (more…)

Ustadz Abu Sangkan 24 Jan 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
5 comments

Getaran Khusyu’ yang Menyejukkan

Kehidupan masa kecil Abu Sangkan, ternyata penuh dengan guliran air mata. Baru berumur 15 hari sebagai orok, sudah ditinggal wafat oleh ayahandanya. Lalu dirinya diasuh oleh kakeknya Abdul Wahid, yang lebih dikenal sebagai pendekar sekaligus tokoh agama yang cukup disegani masyarakat di Banyuwangi. Lingkungan keluarga yang religius ini, memang sudah turun temurun sejak eyang buyutnya Mbah Mas Mohammad Shaleh – sang pendiri Masjid Jami’ Baiturraman Banyuwangi Kota. (more…)

Karomah Itu Nyanyian Hiburan dari Allah 23 Jan 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Wawancara.
Tags: , , , ,
4 comments

Pro dan Kontra mengenai TASAWUF hingga sekarang masih terus bergulir. Sebagian berpendapat, tasawuf adalah bid’ah yang harus ditinggalkan karena tak pernah ada dan tidak diajarkan di zaman Rasul. Sedangkan para pejalan tasawuf berpendapat, meski ajaran tasawuf tak dijelaskan secara eksplisit dalam al-Qur’an, tapi sepanjang tradisi ajaran tasawuf tak bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah, hal itu diperbolehkan.

Untuk mengurai benang kusut tasawuf ini, Mulyani Taufiq dan Dedy Kurniawan dari Majalah Jendela Santri dengan khusus mewancarai sufiolog yang juga Pemimpin Redaksi Cahaya Sufi M. Luqman Hakim, MA. Berikut petikannya: (more…)