jump to navigation

Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag 1 January 2011

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , ,
5 comments

Berdakwah di Depan Kaum Lesbi

Jika tak siap bekal dakwah, jangan sekali-kali bertandang ke negeri asing. Itulah hikmah yang bisa dipetik dari perjalanan dakwah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, MAg. Sejak tahun 2000 lelaki kelahiran Lamongan 9 Juni 1957 ini, telah memulai layatannya ke berbagai negara di Asia dan Eropa. Mulai dari negeri-negeri di Afrika dan Malaysia, hingga ke Hongkong, Jepang dan Inggris. Ketua Umum Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia periode 2009-2012 ini juga bertandang ke Taiwan, Belanda dan Perancis.

Berdakwah di luar negeri, tutur ayah tujuh anak ini, sangat berlainan dengan di dalam negeri. Tantanganya begitu berat dan beragam. Di Negara-negara Eropa dan sebagian Asia, tantangan itu berupa bentuk pemikiran. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang jauh di luar jangkauan pemikiran kita. Semisal tentang kenapa tahiyat harus menjulurkan jari telunjuk, kenapa anak yang masih dalam taraf pertumbuhan kok justru disuruh berpuasa, atau pertanyaan-pertanyaan yang bernada melecehkan. (more…)

Advertisements

KH. Basori Alwi 1 September 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
5 comments

Memproduksi Rekaman di Studio Pesantren

Tak salah jika predikat al-Qur’an selalu disematkan masyarakat ke pundak KH. Basori Alwi. Sebab sejak kecil, putra pasangan Kiai Alwi Murtadlo dan Nyai Riwati ini, memang telah karib dengan al-Qur’an. Selepas belajar pada ayahandanya, lelaki kelahiran Malang 15 April 1927 ini, kemudian berguru pada Kiai Muhith – seorang penghafal al-Qur’an dari pesantren Sidogiri Pasuruan. Lalu kepada kakak kandungnya sendiri Kiai Abdus Salam. Dirinya juga pernah belajar kepada Kiai Yasin Thoyyib dan Kiai Dasuqi di Singosari, serta Kiai Abdul Rosyid di Palembang. (more…)

Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, MA 1 September 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
3 comments

Ketegaran Hidup dan Jiwa Perjuangan

Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA memang sangat dikenal sebagai lelaki yang bersahaja. Kesederhanaan bak pakaian keseharian yang dikenakannya untuk menemaninya beraktivitas. Maka tak usah heran jika di pondok yang santrinya juga datang dari berbagai negeri manca, pria kelahiran Gontor 19 September 1942 ini masih kerap melakukan tugas keseharian dengan tangannya sendiri – semisal membersihkan sampah dan menariknya dengan gerobag bersama santri-santrinya. (more…)

Penegasan Teologis dan Penataan Kehidupan 10 August 2010

Posted by decazuha in Artikel.
Tags: , , ,
add a comment

Oleh Asmuni Mth *)

Meski hadir setiap tahun, semangat untuk menyambut bulan Ramadhan tak pernah surut. Berbagai variasi penyambutan pun kerap dilakukan masyarakat muslim. Memang bulan ini sarat dengan nilai historis dan juga filosofis mengingat segudang keistimewaan dan keunggulan ibadah di dalamnya. Puasa pada bulan suci ini pertama-tama diperintahkan pada tahun ke-2 H. Pada saat itu kehidupan  masyarakat muslim tergolong relatif mapan, terutaama dalam bidang akidah, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Pada saat itu shalat telah menjadi bagian integral dari kehidupan umat Islam. Situasi yang kondusif ini membawa mereka pada sikap yang mudah dan secara sadar, dapat mentaati apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. (more…)

Menjaring Lailatul Qadar 10 August 2010

Posted by decazuha in Wawancara.
Tags: , , , , ,
add a comment

Ramadhan telah di ambang pintu. Bulan penuh berkah di mana terdapat satu malam istimewa, yakni lailatul qadar, senantiasa dinanti kehadirannya. Hanya saja, penentuan kapan mulai berpuasa dan berlebaran tak jarang terjadi perbedaan sehingga acapkali melahirkan ketegangan sosial. Bagaimana penerapan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal Ramadhan dan Syawal? Dan, apa yang perlu dipersiapkan untuk menyongsong lailatul qadar? (more…)

Menikmati Khilafiyah 22 July 2010

Posted by decazuha in Artikel.
Tags: , , , ,
1 comment so far

Perdebatan soal perbedaan antara NU dan Muhammadiyah di kalangan umat Islam di Indonesia masih saja meruncing. Tapi benarkah jika NU dan Muhammadiyah berbeda soal ajaran agama? (more…)

KH. Salahuddin Wahid 1 March 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

Kejujuran Itu Harus Diperjuangkan

Siapa sangka kalau perjalanan hidup KH. Salahuddin Wahid jauh dari kehidupan pesantren? Pada tahun 1950-an, ketika masih usia 8 tahun, dirinya mengikuti ayahandanya KH. Wachid Hasyim ke Jakarta. Namun dikala bocah itu masih lucu-lucunya menjadi pelajar kelas IV SD, ayahandanya keburu dipanggil oleh Allah SWT untuk pulang kepangkuanNya. “Ayah saya itu terkenal sangat disiplin. Saat di Tebuireng, saya pernah memecahkan bola lampu. Lalu saya disel di gudang,” tuturnya mengkisahkan. “Ketika tahu kalau saya kencing di gudang, saya malah diikat di pohon depan rumah,” kenangnya sambil melepas tawa lirih. (more…)

Cahaya itu Tertutup Tebalnya Karat di Hati 1 March 2010

Posted by decazuha in Wawancara.
Tags: , , , , , , , ,
1 comment so far

BENCANA ALAM seakan tak henti-hentinya memporak-prandakan negeri ini. Bahkan di bulan Ramadhan kemarin, bencana itu masih saja datang mendera. Selama ini, kita hanya menganalisisnya dari sisi gejala alam. Tetapi tidakkah hal itu terkait pula dengan sesuatu yang sifatnya spiritual? Untuk mengupas lebih dalam masalah ini, kami sengaja meluncurkan serentetan pertanyaan kepada Habib Luthfi Yahya Pekalongan. Sebab kata beliau, bencana itu akibat dari banyaknya manusia yang lupa kepada Allah SWT. Berikut petikan wawancaranya: (more…)

KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH. MM 25 February 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , , , ,
5 comments

Hidup Seperti Lautan

Barangkali, sejarah akan selalu mencatat nama dan peristiwa yang terpenting saja dalam kehidupan. Dan, kalaupun ada nama KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH.MM dalam sejarah bangsa ini, itu karena pimpinan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo ini telah memahatkan sejarahnya sendiri.

Namanya begitu penting, ketika dirinya ditunjuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjembatani pertemuan antara penguasa Orde Baru yakni presiden Soeharto dan Ketua PBNU Gus Dur – panggilan akrab Alm. KH. Abdurrahman Wahid – yang saat itu saling berseberangan. Peristiwa tahun 1996 yang merupakan simbol wujud rekonsiliasi (islah) Nasional antara Pemerintah dan NU itu pun lantas dikenal dengan “Salaman Genggong”. (more…)

Ir. H. Soehadi Djami’in 16 February 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
5 comments

Melahirkan Generasi Berotak Habibie dan Berhati Hamka

Siapa sangka kalau Ir. H. Soehadi Djami’in, pulang kembali ke desa kelahirannya? Namun itulah jalan hidup yang telah dipilihnya. Sudah satu setengah tahun hal itu dilakoninya. Padahal sejak remaja lelaki yang lahir pada tanggal 4 Sepetember 1943 ini, telah meninggalkan desa kelahirannya Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. “Saya pulang ke sini tepat pada Idul Qurban bulan Desember 2008. Sengaja saya paskan kurbanan, agar gampang mengingatnya,” tuturnya dengan senyum ceria. (more…)