jump to navigation

Memori Otak dan Pertanyaan Kubur 11 December 2013

Posted by decazuha in Wawancara.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Ilung-S.-EnhaPenggalian tentang inteligensi masih terus dilakukan banyak orang. Terbukti, Ilung S. Enha berhasil mendeteksi adanya sebelas pilar inteligensi yang dimiliki manusia. Lantas, apa saja kecerdasan tersebut dan bagaimana cara mengoptimalkannya? Untuk mengungkap seputar hal tersebut, Dedy Kurniawan dan Ahmad Suprianto menemui penulis buku LQ Eleven Pillars of Intelligence ini. Berikut petikan wawancaranya:

Anda rupanya serius menggelindingkan Laduni Quotient. Apa sebenarnya motivasi di balik itu..

Setidaknya dengan LQ kita bisa mengerti, bahwa al-Qur’an dan al-Hadits telah menginspirasi kita adanya inteligensi yang lebih paripurna.

Perbedaan dengan inteligensi yang ditemukan Barat?

Orang Barat telah menemukan IQ, EQ dan SQ. Ketiganya bersarang di dalam otak. Al-Qur’an dan al-Hadits merangkumnya dengan istilah fikr. Nah, kecerdasan fikr ini hanyalah salah satu alat kecerdasan yang diinspirasikan oleh al-Qur’an dan al-Hadits. Alat kecerdasan lainnya masih banyak. Seperti kecerdasan aql, inteligensi shadr yang kita kenal dengan kesadaran (ke-shadr-an), kejujuran dan kesahajaan inteligensi fuad, ketajamanan mata kecerdasan bashirah dan lubb. Itu semua berada di dalam kinerja nafs. Belum lagi yang berada di ruang gravitasi ruh; inteligensi ruhul-qudus dan ruhul-amr.

Tapi semua kan bersifat immaterial yang tak dapat dideteksi, diukur dan ditakar secara empirik. Sedangkan sains Barat itu faktual, riil, kongkret, empirik..

Tepat! Di dalam sains-material, dalam konteks ini adalah neurologi, kita mengetahui bahwa apa saja yang kita lakukan, yang kita dengar dan kita pandang, serta kita omongkan, semuanya terekam di dalam tabung otak atau lebih spesifik lagi korteks. Jadi semua aktivitas kita di dunia, baik ataupun buruk, tersimpan di dalam otak. Nah, setelah manusia meninggal, otak itu kan musnah dan sirna menjadi tanah. Lalu apa dong “data-material” buat malaikat Munkar dan Nakir ketika mengajukan pertanyaan kubur kepada seseorang?

Kalau menurut LQ sendiri?

Semua perilaku manusia, baik ataupun butuk, tersimpan di dalam nafs. Jadi otak itu cuma rekaman jangka pendek semacam hardisk, sedangkan nafs adalah satelit yang merekam memori otak yang bersifat material dan merekam memori hati yang bersifat immaterial. Jadi nafslah yang mempertanggungjawabkan seluruhnya. Seperti yang tertera dalam ayat: “Bacalah catatanmu, cukuplah dengan nafsmu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. al-Isra’: 14). Atau pada ayat yang lain: “Setiap nafs bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuat.” (QS. al-Muddatstsir: 38). Atau juga ayat: ”Di tempat itu tiap-tiap nafs merasakan pembalasan atas apa yang telah dikerjakan dahulu.” (QS. Yunus: 30).

Oke.. kembali pada sebelas pilar kecerdasan. Langkah-langkah apa yang perlu ditempuh guna mengoptimalkan sebelas kecerdasan tersebut?

Wah, kalau langkah-langkahnya sangat banyak sekali. Di dalam buku tersebut tertera secara detil dan rinci. Jadi ya.. tak mungkin bisa saya urai di sini..

Setidaknya, kunci-kunci untuk membuka sebelas pilar kecerdasan LQ..

Kalau untuk IQ, EQ dan SQ kan sudah banyak sekali buku-buku yang membahasnya?

Betul. Tapi untk dzauq, shadr dan seterusnya kan baru buku Anda..

Kunci untuk membuka dzauq atau intuisi atau perasaan, ada dua. Secara horizontal, dengan empati. Yang terpenting, jangan condong ke kanan menjadi simpati-pengkultusan, dan juga jangan miring ke kiri menjadi sikap antipati. Dan secara vertikal, dengan senantiasa merasa bersamaNya. Sedangkan kunci untuk membuka shadr, adalah menghidupkan sikap syukur secara terus-menerus. Untuk mengoptimalkan inteligensi fuad dengan kejujuran, keberanian, konsekuen, penuh tanggung jawab dan semacamnya. Dan kunci pembuka bashirah, adalah dengan sabar, sabar, dan sabar. Sementara untuk membuka lubb, meminjam idiom al-Qur’an dengan radhiyatan-mardhiyah, dengan rela dan Direlakan.

Lalu untuk inteligensi ruhul-qudus dan ruhul-amr?

Untuk ruhul-qudus atau ”ruh-antara” adalah dengan ikhlas yang tak bertepi, serta untuk membuka ruhul-amr atau inteligensi ”ruh-pusat” dengan sikap tawakkal yang sempurna.

Pesan Anda terkait LQ..

Untuk sementara.. padukan antara IQ, EQ dan SQ dengan aql, dzauq, shadr, fuad dan bashirah, sehingga Anda menjadi seorang ulul-albab. Maka, baca dan dalami, lakukan, serta nyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Saya yakin, Anda akan melihat bahwa hidup Anda tengah berubah.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: