jump to navigation

Dr. dr. H. Sukadiono, MM 27 July 2013

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: ,
trackback

Anak Mandor Jadi Rektor

SUKADIONO_Rektor-UNMUH-Surabaya

Mimpi hanya bisa diwujudkan jika ada keinginan untuk mewujudkannya. Seringkali, keahlihan menduduki peringkat kedua atau ketiga. Tapi peringkat pertama adalah kemauan untuk mewujudkan mimpi itu sendiri.

Untaian kalimat indah itu sempat membuat Dr. dr. H. Sukadiono, MM kesengsem. Diakuinya, ungkapan tersebut mampu memotivasi sepanjang perjalanan karir dan hidupnya. Meski demikian, bukan berarti dalam menggapai mimpinya pria kelahiran Jombang 18 Desember 1968 ini sarat dengan ambisi yang menggebu. Segalanya dihadapi dengan biasa saja, mengalir saja. “Hidup itu ibarat air mengalir, selalu ada campur tangan Allah di dalamnya, tuturnya datar.

Sukadiono, yang akrab disapa dengan Suko, menghabiskan masa sekolahnya di Jombang.  Ketika SMA dipilihnya jurusan fisika yang dianggapnya rumit dan penuh tantangan. Setamat SMA, Suko berkeinginan melanjutkan kuliah di bidang teknik ITB. “Hanya saja ketika hendak memilih masuk teknik ITB bapak saya bilang: Mbok jangan masuk teknik to le,” ujar anak ke 5 dari pasangan Karijo dan Supingit ini mengenang.

Rupanya, bapaknya ingin agar Suko beda dari kakak-kakanya yang sudah banyak menempuh kuliah di bidang teknik (ITS). “Bapak menghendaki agar saya memilih kedokteran. Jadi, ya… sudah, prinsipnya ridhallah fi ridhal walidaini. Akhirnya saya ikuti saran bapak,” patuhnya.

Tak ingin berisiko, Suko pun mendaftar ke kedokteran UNAIR dan teknik ITB. Upaya untuk menapak di perguruan tinggi berjalan mulus. Dirinya diterima sebagai calon mahasiswa di UNAIR maupun ITB. Sebagai anak yang patuh dan demi menyenangkan orang tua, akhirnya diputuskan untuk masuk kedokteran UNAIR. Lantaran sejak awal sudah merasa bukan pilihan sendiri, selama kuliah di kedokteran Suko menghadapinya secara biasa-biasa saja – bahkan boleh dibilang amat santai. Apalagi secara jujur ia mengaku bila dirinya tak bercita-cita untuk menjadi dokter.

Tak heran bila di awal-awal kuliah dirinya merasa tidak kerasan dan bawaannya ingin keluar saja. “Tetapi, lagi-lagi, mengingat keinginan orang tua serta atas saran teman yang sudah menjadi dokter meminta agar saya bersabar dan menekuni saja,” ungkapnya. “Lagi pula teman saya tadi berpesan bila jadi dokter itu enak. Yah.. berlanjutlah kuliah di kedokteran meski harus saya tempuh selama 10 tahun, hahaha..” paparnya diiringi derai tawa yang seakan menertawai panjang masa kuliahnya.

Semasih kuliah aktif di berbagai kegiatan dan organisasi kepemudaan. Diantara kegiatannya, adalah menghidupkan Remaja Masjid Jendral Sudirman Darmawangsa Surabaya. Tak jarang, atas kesibukannya untuk melayani berbagai hal terkait kemasjidan ia harus rela berhari-hari tinggal dan tidur di masjid tersebut.

Usaha kerasnya dalam menghidupkan masjid itupun membuahkan karya. Pada tahun 2008, atas upaya cerdasnya, mampu merenovasi masjid dengan kondisi yang representatif; ber AC serta memiliki ruang perpustakaan. Padahal dulu orang hanya mengenalnya sebagai masjid “gudang garam” yang amat sederhana. Tak heran jika sejak tahun 1996 hingga kini namanya masih tercatat sebagai Ketua Takmir Masjid Jenderal Sudirman Darmawangsa Surabaya.

Di tahun 1994, sebelum lulus kedokteran, dia sudah menikah dengan perempuan idamannya. Dari perkawinan dengan Dra. Hindayati, M.Pd ini dikarunian tiga anak; Fakhrizan Husainudin, Akmal Zidan Alaudin dan Nisrina Fauziyahh Mumtaz. Dan selepas dilantik sebagai dokter pada tahun 1998, kesibukan awalnya menjaga dan mengelola tiga klinik yang digagas bersama teman-temannya.

Disamping itu juga bekerja sebagai dokter poliklinik Universitas Putra Bangsa Surabaya, serta dipercaya sebagai manajer klinik Cita Husada Kedung Asem Surabaya. Hal tersebut dilakoninya hingga tahun 2001. Kemudian diamanahi menjadi Direktur Akademi Keperawatan UNMUH Surabaya, sekaligus sebagai Direktur Akademi Analis Kesehatan UNMUH Surabaya. Lalu pada tahun 2005 diangkat menjadi Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNMUH Surabaya hingga tahun 2013. Sebelumnya, pada tahun 2002, juga dipercaya sebagai Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya.

Meski sudah menjadi dokter, terus aktif mengurus kemasjidan dan organisasi kepemudaan. Di organisasi maupun kalangan kampus, sosok Suko dikenal ramah dan familiar. Siapapun yang datang kepadanya dengan membawa berbagai permasalahan sosial bisa diberikan solusi dan harapan. Itu semua, semata karena memang luasnya jaringan serta banyaknya pengalaman. Dari banyaknya kesibukan, menunjukkan bila dirinya tidak mudah menyerah. “Hidup harus punya fighting spirit tinggi. Kalau tidak punya semangat itu, kuliah saya di kedokteran mungkin sudah putus di tengah jalan,” papar Suko penuh syukur.

Di organisasi Muhammadiyah sendiri, pria yang pada tanggal 3 Juli 2012 lalu meraih gelar doktor di UNESA ini pernah menjadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Surabaya (1995 – 2000), Ketua Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (2005 – 2010), serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (2010 – 2015).

Suko memang memiliki kadar leadership yang mumpuni. Boleh jadi hal tersebut turun dari bapaknya serta kakeknya yang lurah. Pria yang banyak menghabiskan masa kecilnya di desa Njuwet Kedunglosari, Tembelang, Jombang ini merasa bersyukur terhadap kedua orangtuanya yang menanamkan pola penyadaran dalam mendidik anak-anaknya. Meski bapaknya sebagai mandor tebang pabrik gula dan tokoh masyarakat yang disegani di desanya, sama sekali tidak otoriter dalam mendidik anak-anaknya. Tidak ada skedul belajar serta kegiatan belajar lainnya yang harus ditaati. Semuanya berjalan wajar saja, biasa saja.

Harapannya, jika diantara anak-anaknya mengalami kesalahan atau kegagalan dalam pelajaran sekolah, mereka akan menyadari sendiri atas kekeliruannya. “Kalau pingin sekolah ya… sekolah yang serius sampai jadi. Kalau ingin berusaha ya harus jadi. Prinsipnya harus ‘jadi’. Begitulah pesan bapak saya pada anak-anaknya,” kenangnya haru.

Kini anak mandor itu telah menjadi rektor UNMUH Surabaya masa bakti 2012-2016. Pelatinkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. M. Din Syamsudin, MA itu dilakukan pada 18 Desember 2012 lalu. Kini amanah yang tak ringan telah disandang, program demi program dirancang, agar UNMUH yang dinahkodai laju berkembang di tengah ranah pendidikan yang menghadang. “Sesuai visi, saya ingin menjadikan UNMUH Surabaya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, yang seluruh civitas akademikanya berjiwa enterpreneurship dengan mengedepankan moral dan intelektual,” tegasnya. “Jiwa enterpreneur yang kreatif dan pembaharu, intelektual yang kompeten. Jiwa enterprenuer artinya bukan orang yang bermental pencari kerja melainkan menciptakan lapangan kerja,” urainya.

Meski kiprahnya baru seumur jagung, telah banyak upaya yang dilakukan dalam merealisasikan programnya. Diantaranya, mengundang dosen tamu dari Malaysia, Maroko, termasuk tokoh pejabat – seperti wakil ketua MPR, yang dilakukan secara reguler bergantian antar fakultas. Sedangkan di bidang kedokteran, menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi Conken Thailand, serta USIM Malaysia. “Kami juga menjalin kerjasama dengan Kedubes Thailand, dan dipercaya untuk memberi beasiswa mahasiswa Thailand yang melakukan studi di UNMUH Surabaya pada Fak. Keperawatan,” jelasnya.

Seperti halnya rektor pendahulunya, Suko juga ingin memiliki karya monumental. “Sekarang ini sedang dalam proses, kami tengah berupaya melakukan pengembangan kampus dengan membangun gedung berlantai 13 yang nantinya akan terdiri dari ruang perkuliahan dan laboratorium, perpustakaan, serta gedung serbaguna dengan kapasitas di atas 1000 orang”, pungkasnya. Mey.S

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: