jump to navigation

Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si 28 June 2013

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
trackback

Investasi Masa Depan Paling Berharga

Prof.Dr.-Mudjia-Rahardjo,M.SiTanggal 2 Mei, adalah hari paling bersejarah bagi Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si. Sebagai pendidik, tentu merasa senang jika pada Hari Pendidikan Nasional itu dirinya dilantik menjadi Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tepatnya pada tanggal 2 Mei 2013, yang pengukuhannya dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI.

Tentu ini bukanlah amanah estafet kepemimpinan yang ringan. Sebab UIN Maliki Malang tengah tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam yang mensejajarkan dirinya dengan perguruan tinggi terbaik, baik yang ada di tanah air maupun di dunia internasional. “Tugas utama saya adalah untuk mengembangkan lembaga pendidikan tinggi Islam secara sungguh-sungguh,” tuturnya bersahaja. “Memang ini bukanlah tugas yang mudah. Tetapi dengan berbekal kebersamaan semua unsur dan komponen kampus, insyaAllah semua akan terwujud,” tegasnya bernada harap.

UIN Malang sudah dikenal oleh beberapa negara lain. Tak hanya mahasiswa dalam negeri saja yang menempuh studi di sana, melainkan pula mahasiswa dari berbagai negara. Setidaknya kini ada 22 mahasiswa internasional dari 22 negara. Dalam waktu dekat, juga akan datang perwakilan dari 14 negara lagi yang akan kuliah di tempat tersebut.

Ketika putra pasangan H. Zainuri dan Katiyah ini berkunjung ke negara Tajikistan, seorang ibu menghampirinya. Dia ingin anaknya dapat kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim. “Pertemuan tahunan Islamic Development Bank (IDB) ini, juga saya manfaatkan untuk merekrut mahasiswa asing guna memperluas jaringan internasional,” tukasnya. “Konsep kepemimpinan UIN Malang akan ditekankan pada keberhasilan kepemimpinan, dengan berbekal jaringan kerja yang luas, kejujuran, kerja keras, disiplin, dan tim kerja yang baik,” ujarnya menegaskan.

Mengenai kiat sukses pribadinya hingga dipercaya sebagai rektor, suami Dra. Hj. Puji Hariwati, M.Pd ini hanya bertutur ringan. Kalau ingin sukses, jangan pernah menolak apa yang sudah diamanahkan, istiqamah dan jangan menjauh dari Allah SWT. “Sebab itulah yang akan membuat diri kita berubah di masa mendatang,” ujarnya. “Hiduplah seperti air yang mengalir dan terus saja mengalir,” ucapnya singkat.

Pria kelahiran Blitar 1 Januari 1959 ini, memang menjalani hidupnya bagai air yang mengalir. Setelah menyelesaikan SD dan SMP di Wonodadi Blitar, dia melanjutkan studi ke STM jurusan Teknik Sipil dan lulus 1977. Harapannya sederhana, agar cepat memperoleh pekerjaan. Dan harapan itupun datang secara nyata. Namun seorang guru ingin dirinya terus berkembang dengan melanjutnya kuliah. “Waktu itu saya tak tahu apa itu kuliah. Apalagi harus kuliah dimana dan pilih jurusan apa,” katanya sambil tertawa lirih.

Berbekal ketidaktahuan itulah, akhirnya pilihan dijatuhkan ke IKIP Malang (sekarang UM) jurusan Keguruan Teknik Sipil. Bunga-bunga mimpinya, kelak kalau lulus dirinya akan jadi seorang insinyur. “Ya maklumlah, waktu itu kan memang benar-benar tidak tahu. Jadi ya asal pilih saja,” tukasnya dengan senyum dikulum.

Lantaran tak sesuai dengan yang diharapkan, pada semester 4 alumnus pondok pesantren Mangunsari Tulungagung ini pindah ke jurusan Bahasa Inggris. Atas saran seniornya di tempat kos, dirinya menambah kemampuan bahasa Inggrisnya melalui kursus. Itulah yang mendorongnya untuk mengambil studi di Akademi Bahasa Asing (ABA) jurusan Bahasa Inggris. Kuliahnya pun pindah ke jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (minor Pendidikan Bahasa Arab), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Malang dan lulus di tahun 1984.

Sedangkan S2nya ditempuh di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang, Program Studi Sosiologi, yang diselesaikannya pada tahun 1996. Ditengah-tengah kesibukan mengajarnya, dirinya masih sempat menyelesaikan S3nya pada tahun 2005. Tepatnya, Program Doktor (S3) Ilmu Sosial Program Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya. Disertasinya berjudul: “BAHASA DAN KEKUASAAN: Studi Wacana Politik Abdurrahman Wahid dalam Perspektif Hermeneutika Gadamerian”.

Sebelumnya, lelaki yang juga pernah nyantri di pondok pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, telah melang-lang buana berprofesi sebagai pengajar. Bermula sebagai guru bahasa Inggris di SMA Kepanjen Malang (1982-1986) dan SMA PGRI Kepanjen Malang (1983-1986), serta guru bahasa Inggris di Gadjah Mada English Course Malang (1982-1986). Juga mengajar di Akademi Bahasa Asing (1983-1986), menjadi dosen bahasa Inggris di jurusan Teknik Sipil Politeknik Universitas Brawijaya (1984-1986), serta menjadi asisten dosen di Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE) IKIP Malang (1984-1986).

Disamping itu juga menjadi dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (1986-1987), FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (1988- 1995), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP PGRI Malang (1989- 1997), IKIP PGRI Blitar (1983-1986), STKIP PGRI Blitar (1988-1997), Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Malang (1990-1993), FKIP IKIP Budi Utomo Malang (1990-1992), dan Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang (1996- 2001).

Bagi anggota Masyarakat Linguistik Indonesia ini, tidak ada istilah malu atau gengsi dalam menjalani pekerjaan yang dilakoninya. Itu berakhir setelah dirinya dinyatakan lulus dalam seleksi dosen di IAIN tahun 1989. Meski diterima sebagai dosen, namun tidak sertamerta dirinya bisa langsung mengajar di kelas. Terlebih dahulu dia harus menjalani sebagai tenaga administrasi. Kesehariannya banyak bergelut di bidang administarasi, termasuk menulis ijazah dan menjadi juru ketik. “Amanah apapun harus diterima dan kita kerjakan dengan sebaik-baiknya. Sebab kita tidak mengetahui nasib dan keberuntungan kita di masa mendatang,” katanya mengungkapkan prinsip hidupnya.

Dan nyatanya, perjuangan panjang dan ketekunan itupun akhirnya membuahkan hasil. Karirnya mulai beranjak ketika dirinya dipercaya sebagai Sekretaris Laboratorium Micro Teaching dan Laboratorium Bahasa di Fakultas Tarbiyah (1990-1994). Sempat pula dia menjadi Konsultan Bahasa pada Proyek Rencana Pengembangan Kota Malang (2003), serta menjadi dosen bahasa Inggris di berbagai kampus. Seperti di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Malang (1987- 2006), dan Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel (1989 – sekarang). Juga menjadi dosen Pascasarjana (S2) UIN Maliki Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (1999 – sekarang), serta dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang pada Program Magister Studi Ilmu Agama Islam (2005 – sekarang).

Anggota International Conference on Religion and Science ini, juga sebagai Guru Besar Luar Biasa Program Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor Ponorogo (2009 – sekarang), Guru Besar Luar Biasa Program Pascasarjana STAIN Jember (2009 – sampai sekarang), dan dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga sekarang.

Pada tahun 1994, dia diangkat menjadi Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (1994-1998). Karirnya terus menanjak dengan menjadi Pembantu Ketua Bidang Kerjasama (1998-2004), Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Universitas Islam Indonesia Sudan (UIIS) Malang (2004 – 2005), serta sebagai Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) UIN Malang (April 2005 – April 2013).

Di sela-sela kesibukan mengajar yang seperti itu, anggota Ikatan Sarjana Sosiologi Indonesia ini masih sempat mengikuti training dan short course. Seperti Education Planning and Management in School of Education, La Trobe University, Victoria, Australia (2001), Visiting Academic di Monash University, Geebsland, Victoria, Australia (Desember 2001), serta Training Program on University Management in Universiti Kebangsaan Malaysia (2004). Wajar jika hingga kini namanya masih tercatat sebagai Direktur Proyek Pengembangan UIN Malang Development Project of IDB Finance, Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), dan Asesor Sertifikasi Dosen PTAI.

Tentang karya ilmiah, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si sudah banyak menelorkan karya tulisnya. Antara lain; Relung-Relung Bahasa: Bahasa dalam Wacana Politik Indonesia Kontemporer (penerbit Aditya Media, Yogyakarta, 2002), Quo Vadis Pendidikan Islam: Pembacaan Realitas  Pendidikan  Islam, Sosial dan Agama (editor)  dan Pengantar Penelitian Bahasa (penerbit Cendekia Paramulya, Malang, 2002), Wacana Kebahasaan: dari Filsafat hingga Sosial Politik (penerbit Cendekia  Paramulya, Malang, 2004), serta Mengapa Gus Dur Jatuh: Sebuah Kajian Bahasa dan Wacana (penerbit Lutfansa Mediatama, Surabaya, 2005).

Buku-bukunya yang lain, adalah Jelajah Bahasa dan Budaya Politik Orde Reformasi, (penerbit Aditya Media, Yogyakarta, 2006), Hermeneutika Gadamerian: Kuasa Bahasa dalam Wacana Politik Gus Dur (penerbit UIN-Malang Press, 2006), Sosiologi Pedesaan: Studi Perubahan Sosial, (penerbit UIN-Malang Press, 2006), Hermeneutika: Para Tokoh dan Gagasannya (penerbit UIN Malang-Press, 2006), Dasar-Dasar Hermeneutika; Antara Intensionalisme dan Gadamerian (penerbit Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2007), Filsafat Ilmu (penerbit UIN Malang-Press, 2009), dan Pemikiran Kebijakan Pendidikan Kontemporer (penerbit UIN Maliki Press, 2010).

Betapapun seabrek tugas dan aktivitasnya, tapi tak pernah alpa mendidik putra putrinya. Sebab dirinya ingin memberikan pendidikan terbaik bagi mereka. Terbukti, Anita Restu Puji Raharjeng (puteri pertama) telah mengantongi ijasah S2 dari University Queenland. Sedangkan Rofyka Yuli Puji Raharjeng (puteri kedua), pendidikan S1 dan S2nya ditempuh di Amsterdam Univresity Belanda. Dan Fajar Maulana (putera ketiga), kini baru menempuh pendidikan di kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Sebelumnya, semua anaknya disekolahkan di lembaga pendidikan madrasah. “Investasi masa depan yang paling berharga adalah pendidikan. Yang terpenting, mereka tetap menjadikan agama sebagai dasar pendidikannya,” tandasnya. Syaifudin Ma’arif

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: