jump to navigation

KH. Basori Alwi 1 September 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , , , ,
5 comments

Memproduksi Rekaman di Studio Pesantren

Tak salah jika predikat al-Qur’an selalu disematkan masyarakat ke pundak KH. Basori Alwi. Sebab sejak kecil, putra pasangan Kiai Alwi Murtadlo dan Nyai Riwati ini, memang telah karib dengan al-Qur’an. Selepas belajar pada ayahandanya, lelaki kelahiran Malang 15 April 1927 ini, kemudian berguru pada Kiai Muhith – seorang penghafal al-Qur’an dari pesantren Sidogiri Pasuruan. Lalu kepada kakak kandungnya sendiri Kiai Abdus Salam. Dirinya juga pernah belajar kepada Kiai Yasin Thoyyib dan Kiai Dasuqi di Singosari, serta Kiai Abdul Rosyid di Palembang. (more…)

Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, MA 1 September 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
3 comments

Ketegaran Hidup dan Jiwa Perjuangan

Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA memang sangat dikenal sebagai lelaki yang bersahaja. Kesederhanaan bak pakaian keseharian yang dikenakannya untuk menemaninya beraktivitas. Maka tak usah heran jika di pondok yang santrinya juga datang dari berbagai negeri manca, pria kelahiran Gontor 19 September 1942 ini masih kerap melakukan tugas keseharian dengan tangannya sendiri – semisal membersihkan sampah dan menariknya dengan gerobag bersama santri-santrinya. (more…)

Kyai Abdullah Faqih Langitan 1 September 2010

Posted by decazuha in Tokoh Nusantara.
Tags: , , , ,
4 comments

Indonesia Sudah Kebanyakan Maksiat

Karisma seseorang, ternyata lebih mudah tumbuh dari ruang kebersahajaan. Kesederhanaan itulah yang mengantarkan kebesaran sosok kyai Abdullah Faqih – pengasuh pondok pesantren Langitan, hingga namanya cukup disegani banyak o­rang. (more…)

Kemanjaan Ilahiah 1 September 2010

Posted by decazuha in Artikel.
Tags:
add a comment

Oleh Ilung S. Enha *)

Dari proses-proses perjalanan ta­sawuf, seringkali para penempuh jalan tasawuf, mendapatkan bonus kemuda­han-kemudahan; baik pada wilayah mo­ral-spiritualitas maupun dalam rea­litas kehidupan secara nyata. Seperti halnya kemudahan-kemuda­han sosial-ekonomi, yang diterimanya tanpa upa­ya yang susah payah. (more…)