jump to navigation

MTsN Malang I 1 Mar 2010

Posted by Dedy Kurniawan in Madrasah di Jawa Timur.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Biasakan Siswa Berpikir dan Memecahkan Persoalannya Sendiri

Mimpi, ternyata bisa mengubah segalanya. Dan, MTsN Malang I pun memulai semuanya dari mimpi; mimpi tentang kesuksesan, nama besar dan prestasi. “Kami ingin menjadikan MTsN Malang I sebagai yang terdepan di bidang pendidikan. Unggul dalam IMTAQ dan IPTEK, serta Bertaraf Internasional,” tukas Dr. Sutirdjo, M.Pd.

Didukung lingkungan yang sehat dan sistem pembelajaran yang berkualitas, madrasah yang terletak di Jl. Bandung No. 7 Malang itu telah membuktikan prestasinya di tingkat lokal maupun nasional.

Tahun 2007, MTsN Malang I mendapat penghargaan dari Gubernur Jatim atas prestasinya meraih Juara 1 Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LLSS) tingkat Provinsi Jawa Timur. Setahun berselang, giliran Mendiknas Bambang Sudibyo yang mengapresiasi atas kesuksesan MTsN Malang I meraih Juara 1 Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional. Di tahun yang sama, juga memenangkan Juara 1 Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Menteri Kesehatan untuk SMP/MTs.

Ratusan tropy kejuaraan juga telah disumbangkan para siswanya. Dari tahun ajaran 2005/2006 hingga 2007/2008 saja, lebih dari 100 medali yang diraih siswanya saat mengikuti ajang perlombaan di level Kab./Kota, provinsi maupun nasional. Diantaranya, LKIR, LPIR, olimpiade MAFISE (Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris), olahraga, drum band hingga lomba syarhil al-Qur’an.

Bahkan baru-baru ini, tim Robotic MTsN Malang I menempati ranking 9 saat mengikuti lomba robotic di Surabaya yang diikuti 300 lebih peserta. Yang membanggakan, tim Robotic mereka menjadi satu-satunya wakil dari lembaga pendidikan berbasis madrasah. “Siswi yang pakai jilbab, hanya murid kami,” tutur Kepala LITBANG Madrasah Terpadu MTsN Malang I ini sambil senyum dikulum.

Tak hanya siswa, sejumlah guru pun meraih prestasi gemilang. Seperti Yuyus Robentien, S.Pd yang pernah meraih juara 1 nasional lomba kreativitas guru tahun 2005. Di tahun 2009, makalah perempuan ini pun terpilih sebagai salah satu yang terbaik pada lomba Pemakalah Terpilih tingkat nasional.

Lantas, apa kunci sukses MTsN Malang I dalam meraih prestasi? “Kerja keras,” tukas Suami Yudha Fristiani ini singkat. Menurutnya, dalam merengkuh prestasi, mendulang emas dan sukses besar, seseorang tidak harus memiliki IQ yang tinggi dan memiliki segalanya. “Tapi dengan kesungguhan dan kerja keras, semua itu dapat dicapai,” tandas pria yang pernah dinobatkan sebagai guru teladan tingkat Prov. Jawa Timur tahun 2005 & 2006 yang diselenggarakan Depag ini.

Budaya kerja, menjadi sangat penting di madrasah ini. “Hal yang paling mendasar adalah, bagaimana kita menanamkan kepada anak didik dan seluruh civitas untuk kerja keras,” tukas Ayah Haya Nur Izah dan Zizou Ibny Elnafiq itu.

Terhadap kebutuhan siswanya, MTsN Malang I pun begitu jeli dan mengerti bagaimana harus memperlakukan siswanya. “Di antara anak didik kita masih banyak mutiara-mutiara yang berserakan, tapi ada tidak yang menyentuh dan mengarahkan mereka,” ujar Alumnus S3 Unibraw-PDIK (Program Doktor Ilmu Kedokteran) ini. Menurutnya, harus ada ruang gerak yang mewadahi, memenej dan mengembangkan potensi siswa. “Semuanya harus terlayani dan terpenuhi untuk tumbuh dan berkembang,” tandas Konsultan TK-BA Restu Malang itu.

Untuk itu, MTsN Malang I telah menyiapkan beragam wadah pengembangan potensi kreativitas siswa. Sebagai madrasah yang berstatus RMBI (Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional), mereka telah menyiapkan program LDC (Language Development Center) sejak dua tahun lalu. “LDC akan menjadi pusat untuk mengkaji dan mengklasifikasi kebutuhan guru dan siswa terkait pembelajaran bahasa Inggris,” jelasnya.

Guna menumbuhkan pembiasaan dalam berbahasa, maka MTsN Malang 1 telah menetapkan jadwal khusus wajib berbahasa Inggris pada hari Senin dan Rabu. Sementara di hari Sabtu, para guru wajib mengikuti kursus yang diselenggarakan madrasah.

Kewajiban berbahasa Inggris ini, ternyata tidak saja dibebankan pada guru. Tapi juga karyawan lainnya. “Jadi ada kelas guru dan kelas karyawan,” ujarnya. “Akan ada reward dan punishment kepada mereka yang tidak melakukannya,” tamhabnya menegaskan.

Sedangkan untuk siswa, masing-masing kelas dibentuk sendiri. Apalagi untuk kelas bilingual yang merupakan RKBI (Rintisan Kelas Bertaraf Internasional). Siswa yang masuk kelas ini pun harus melalui seleksi yang ketat. Selain harus memiliki IQ tinggi, kemampuan berbahasa Inggris mutlak harus dikuasai. Ada 3 kelas RKBI di madrasah ini. Masing-masing kelas terdiri dari 24 siswa.

Siswa MTsN Malang I pun dididik untuk terampil memecahkan masalah dan menulis (LPIR). “Hal ini menjadi materi Mulok (Muatan Lokal),” terang Ketua Pembina KIR/PIR Madarasah Terpadu Malang ini. Bagi yang gemar matematika dan fisika, serta merekayasa bidang teknologi, bisa bergabung dalam program robotic.

Selain itu, MTsN Malang I juga memiliki kelas pembinaan olimpiade. Semuanya gratis. Seluruh biaya ditanggung oleh pihak madrasah. Siswa yang masuk diseleksi dan disaring dengan ketat. “Kami monitoring siswa tersebut sejak mereka masih duduk di MI,” papar Ketua Pembinaan Tim MOSI (Menuju Olimpiade Sains Internasional) Madrasah Terpadu Malang ini. “Meski demikian, mereka tetap harus ikut tes seleksi untuk masuk kelas olimpiade,” tambah Kepala Program Kelas Akselerasi MTsN Malang I ini menjelaskan.

Juga ada SMART Group di madrasah ini. Mereka terdiri dari 48 anak, yang berfungsi dan bertugas memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi. Temanya pun beragam-macam. Tentang kesehatan lingkungan, penyakit menular dan bahayanya, serta tema penting lainnya disesuaikan dengan apa yang ramai dibicarakan masyarakat. “Biasanya mereka lakukan setelah upacara dan senam. Caranya, bisa melalui pamflet maupun orasi,” paparnya. SMART Group ini pula yang diikutkan dalam ajang lomba duta lingkungan tingkat Kota dan Kab. Malang Raya, provinsi hingga nasional.

Tentu saja, sesuatu yang mulia, indah dan besar itu tidak mungkin dicapai dengan instan. “Kami merintis dan mencoba melalui sebuah program yang bertahap,” ujarnya. “Kami sangat mementingkan proses dan tidak mau hanya fokus pada produk,” tandasnya.

Proses ini, jelasnya, dibentuk dengan terbiasa bekerja keras. Bagaimana mendorong anak untuk berpikir dan bernalar, serta bisa memecahkan persoalannya sendiri. Caranya, disentuh melalui kegiatan belajar mengajar yang polanya tidak hanya normatif hafalan. Jadi harus ada kemampuan untuk kerja sama dan bagaimana membangun link. “Life skill seperti itu kan sangat dibutuhkan dalam dunia realita,” ujarnya.

Yang menarik, adalah bagaimana para guru di madrasah ini mengkomunikasikannya kepada para siswanya. “Kami selalu mengatakan, Anda adalah orang hebat yang memiliki potensi yang sangat besar dan luar biasa. Tinggal Anda mau mengoptimalkan, menstimulus, merangsang dan mau untuk melejit,” katanya. Jika ini sudah menjadi mainstream dan motivasi, tandasnya, maka pihak guru hanya tinggal menyentuh saja.

Dengan metode pembelajaran yang sedemikian ketat dan padat itu, nyatanya tak membuat siswanya mengeluh dan menjadi jenuh. Hal itu terlihat saat-saat jam sudah menunjukkan waktu pulang. Para siswa masih terlihat enggan untuk meninggal sekolah. Mereka masih asik belajar dan membrowsing sejumlah ilmu pengetahuan dan informasi penting dari kotak kecil bernama komputer melalui layanan internet yang disediakan madrasah. “Kami telah menyediakan hotspot di beberapa titik. Tentu saja, di wilayah dengan pengawasan penuh,” ujar Ketua Paguyuban Guru Bidang Studi Jawa Timur-MDC ini. Ded

Advertisements

Comments»

1. FAHMI - 30 Jan 2012

Mantap,,bravo MTs N 1 Malang,,

2. Ahmad Maulana Akbar - 4 Jun 2012

assalamu’alaikum war. wab
bapak/ibu selaku admin selamat malam,
ini saya Ahmad Maulana Akbar yang kemaren mengikuti study ekskursi sebagai mahasiswa Stain Kediri..
saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang di beri dan saya sangat berterimakasih atas pengalaman yang berkenan Mtsn1 malang telah tularkan kepada kita, semoga dapat bermanfaat bagi kami dan mtsN 1 malang khususnya untuk memajukan tingkat pendidikan di indonesia. amin.
trimakasih .
wassalam..

3. ummialif - 12 Jul 2012

Selamat buat MTsN 1 Malang. Saya dr MTsN 1 Bandung ikut bangga dgn berbagai prestasi yang diraih. semoga kita bisa mengikuti jejak MTsN 1 Malang

4. Azmy - 16 Jul 2012

Wow, (lihat gambar) ternyata MTsN Malang 1 dulunya kayak gitu ya? belum ada balkonnya hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: